PDI Perjuangan Usung Ganjar Pranowo-Gus Yasin, Koalisi Poros Tengah Bisa Bubar

Politik392 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Teka teki siapa yang mendapat rekomendasi dalam Pilgub Jateng terjawab sudah, setelah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan incumben Ganjar Pranowo terpilih dan wakilnya dari Gus Yasin dari PPP.

Dengan adanya pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, maka adanya poros tengah dimungkinkan buyar. Konsentrasi koalisi Golkar, PPP, dan Demokrat kemungkinan bubar.

”Pengumuman bahwa PPP merapat ke Ganjar Pranowo dengan didampingi Taj Yasin atau Gus Yasin, maka jumlah kursi untuk poros tengah berkurang,”kata Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono di Semarang, minggu (7/1/2018).

Ia mengatakan, dengan bergabungnya PPP ke PDI Perjuangan, maka secara tidak langsung kursi poros tengah hanya 19 kursi, sehingga tidak cukup untuk mengusung paslon. ”Ini mengubah peta politik yang sebelumnya sudah terbentuk,”paparnya.

Gus Yasin Maimun putra KH Maemun Zubair

Meski demikian, lanjutnya, dengan bergabunganya PPP ke PDIP diperkirakan nasib poros tengah sudah otomatis bubar, karena PPP sudah lari lebih dulu. Oleh karena itu, apapun yang diambioleh PPP mau nggak mau harus kita harus hormati.

”Jadi apapun yang diambil oleh PPP, merupakan langkah politik. Tapi saya kira politik biasa, dinamis dan cair harus kita hormati,”kata Iqbal Wibisono.

Namun demikian, kata dia, saat ini DPD Jateng masih menunggu keputusan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartanto mengenai sikap politik berikutnya. Apakah bergabung dengan Ganjar Pranowo, ataukah ke Sudirman Said, atau pula tetap membuat poros tengah bersama partai sisa yakni Demokrat dan PKB.

”Sekarang nggak tahu, apakah Golkar, Demokrat, PKB ataukah nanti ada arahan Ketum bahwa kita ke Ganjar,”katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, jika melihat pola konfigurasi politik di tingkat nasional, Golkar adalah partai pendukung pemerintah yakni PDI Perjuangan. Setidaknya, ada kemungkinan untuk mengarah mendukung Ganjar-Yasin.

”Tapi kita masih menunggu Ketua Umum. Kemungkinan arahnya ke sana (bergabung ke PDIP,red), hanya secara pasti belum ada arahan dari Ketua Umum secara jelas. Apakah ke sini, masih kita tunggu,”katanya.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono

Sedangkan jika melihat pasangan Ganjar Pranowo dengan Taj Yasin, pihaknya menilai pasangan ini sangat ideal. Pasalnya, Ganjar mewakili nasionalis sementara Yasin mewakili religius.

”Dua figur ini saya kira sebagai pasangan ideal untuk Ganjar-Yasin, satu nasionalis dan satunya religius, satunya dari Jateng bagian tengah dan selatan dan satunya dari utara dan timur,”kata Iqbal seperti dilansir Tribunjateng.com.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Haryanto Baharudin mengatakan, dengan sudah diumumkannya bacagub dan bacawagub Jateng, sudah ada empat partai yang mendukung dalam pemilihan gubernur di Provinsi Jawa Tengah ini, yaitu PDIP, PPP, Nasdem dan Demokrat.

”Melihat dinamika politik dan kontestasi di lapangan kemungkinan koalisi ini, bisa bertambah dua partai yang bergabung untuk mengusung Ganjar Pranowo dan Gus Yasin,”ujarnya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar