Selam 6 Tahun Berjalan Program PPK DAS Citarum Belum Tuntas

Tak Berkategori50 Dilihat
Gabungan para Aktivis Bahas Usulan Perbaikan DAS Citarum, di Resto kawasan Bandung.

INILAHONLINE.COM, BANDUNG –Selama enam tahun berjalan Program Percepatan Pengendalian Dan Kerusakan (PPK) Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum belum tuntas, padahal program ini sebagai turunan dari amanat Perpres No 15 Tahun 2018, sehingga Gabungan Aktivis sodorkan solusi perbaikan DAS Citarum kepada Pi. Gubernur Jabar

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif WALHI Jawa Barat, Wahyudin, di Bandung, Selasa (28/05/2024), saat  memberikan penjelasan kepada media mengenai permasalahan Sungai Citarum dari hulu sampai hilir menjadi prioritas gabungan aktivis lingkungan hidup, khususnya di wilayah Jawa Barat secara inisiasi menyampaikan usulan perbaikan DAS kepada Pemerintah. 

“Kami, atas nama Aliansi Rakyat Untuk Citarum (ARUM) memberikan  pandangan serta masukan, bahwa secara sadar kami menyampaikan apresiasi serta rasa hormat yang dalam kepada pemerintah Pusat hingga pemerintah daerah baik Provinsi, kabupaten/Kota, terlebih khusus kepada TNI yang selama ini berkiprah secara baik menjalankan fungsinya dalam kegiatan Citarum Harum,” tandasnya

Menurut Wahyudin, usulan tersebut atas inisiatif baik gabungan aktivis  yang di tujukan dalam rangka merespon kerusakan DAS Citarum yang begitu kompleks. Sebagaimana amanat Perpres 15 tahun 2018 yang di perkuat dengan lahirnya Pergub No 37 Tahun 2021 semangatnya  sudah sangat baik.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin usai beraudiensi dengan Walhi Jabar di Jatiluhur Purwakarta, Selasa (28/5/2024).

“Namun pendapat serta pandangan lain kami sampaikan salah satunya, patut di akui bersama bahwa amanat tersebut belum maksimal di implementasikan oleh semua pihak dari mulai pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah, lebih jauhnya melibatkan partisipasi public secara kuat (Pentahelix),” imbuhnya.

Lebih lanjut Wahyudin mengungkapkan, berangkat dari cacatan kritis yang dilayangkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat pada  kegiatan peringatan Hari Citarum 24 Mei untuk program Citarum Harum, bermaksud serta di tujukan untuk semua stakeholder agar dapat menjadi sebuah masukan yang bermakna dan dapat menjadi pengingat bersama bahwa masalah sungai Citarum harus mulai di dekatkan agar menjadi masalah kita bersama.

“Belum maksimalnya masalah kerusakan ini, tentu tidak mengesampingkan pada nilai partisapasi yang belum baik dalam melakukan kegiatan restorasi lingkungan secara utuh di sepanjang DAS Citarum yang memiliki luas sepanjang 297 Km yang berada dalam kehidupan manusia dengan jumlah penduduk sebesar 20 Juta. Belum lagi hal tersebut dapat di ukur dari kondisi lain yaitu kerusakan yang terdapat di wilayah Sub Das dan Mikro Das Citarum,” jelas Wahyudin 

SUNGAI CILIWUNG (Foto Ilustrasi) : Gabungan aktivis lingkungan merespon kerusakan DAS Citarum yang begitu kompleks

Selain itu Wahyudin juga mengatakan, jika mengacu kepada Perpres 15 yang di perkuat dengan Pergub 37, hal yang sangat punda mental kami temukan juga pada nilai sinergitas 19 Kementrian yang belum maksimal berperan secara baik, terutama Kemenrtian BAPPENAS serta Kementrian Keuangan yang selama ini di anggap belum memiliki  keseriuasan yang baik dalam mendukung program PPK DAS ini.

“Kami, atas nama Aliansi Rakyat Untuk Citarum (ARUM) mendesak serta mengajukan rekomendasi kepada PJ Gubernur Agar segera me ngambil sikap ZERO TOLERANCE POLICY,” tegasnya.

Wahyudin juga menambahkan, Tim Penyusun Rekomendasi  Solusi Untuk Gerakan Perbaikan DAS Citarum  Aliansi Rakyat Untuk Citarum (ARUM) yang ditujukan kepada Pemerintah ini ditandatangani oleh WALHI Jawa Barat, Sahabat WALHI Jawa Barat, WALHI Kultural, Perkumpulan Inisiatif, BEM Kema UNPAD, PPM Nusantara, PSDK Das Citarum, FK3I Jawa barat dan Komunitas Balerancage di Bandung, Jawa Barat. (CJ / Sabilillah)

banner 521x10

Komentar