oleh

Seni Make-up Pancarkan Kecantikan Nonstop Lengketnya 24 Jam

Laporan : Monica l Erna l Sepna l Eliyani l Cheyne

Ajang Putri Ramadhan 2019 yang dihelat Syalwa Management, disupport Jurnal Bogor di Bellanova Mall, Sabtu (18/5/2019) tak hanya menampilkan 64 muslimah geulis dari berbagai wilayah Jabedetabog dan Bandung, tapi juga memberikan aneka hiburan, dari sulap, musik Teras Kita Band, lenggak-lenggok model hijabers di catwalk hingga demo tampil cantik bersama perias cowok dari Purbasari.

“Produk Purbasari ini ada yang three in one, Juga ada yang menyamarkan kantung mata. Yang terbaru ada cream yang bikin wajah lebih mengkilat. Jangan khawatir, produk ini produk herbal. Bagusnya lagi bisa bikin pangling, dan digosok-gosok dengan telapakpun tetap lengket di wajah. Sehingga kecantikannya lengket 24 jam,” ungkap Perias Purbasari yang tampil solo jelang Ashar.

Para milenial yang memadai ruang outdoor Bellanova itupun terperangah, termasuk sejumlah Mahasiswi UIKA Bogor. “Waduh, 24 jam oiyy… Syantik terus, terus syantik. Loh mau syantik, mau diobok-obok dulu nggak? Pakai Purbasari,” cetus Lestari, mahasiswi asal Jambi yang menekuni program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di FAI-UIKA Bogor itu menirukan promo perias Purbasari. Tawa teman-teman seangkatannya, Sumarti dan Yanipun pecah.

Suasana ruang yang dipadati aneka kulineri itu semula agak panas karena beratapkan seng, tapi semilir angin yang sesekali menerpa ventilasi membuat dingin lokasi event bertema Syar’ie Flowers of Style itu.
Penampilan para peserta Putri Ramadhan 2019 juga menimbulkan decak kagum hadirin. Namun ada juga yang bikin geli dan canda tawa. Bisa jadi karena antara gerakan dua telapak tangan dan bahasa tubuh peserta tak seorang, sehingga timbul kesan kaku dan lucu. “Hahaha…hush. Jangan berisik, fokus, fokus, ” celetuk Mawarni, kemudian bertanya-tanya, “Hah fokus. Fokus apanya, lihat tuh tangannya melambai-lambai Miranda, bikin gue geli tau.”

Berbeda dengan Sumarti, selain fokus mengabadikan momen bergengsi, karena membawa nama dakwah berhijab, mojang geulis kelahiran Sukabumi tapi besar di Bandung itu baru tertawa berkepanjangan seusai acara berlangsung. Ternyata obyek tertawaan mereka sama, yaitu gerakan tangan peserta yang tak seirama dengan bahasa tubuhnya. Juga gerakan kakinya yang tak sesuai dengan gaun dan alas kaki yang dikenakannya.

“Malah ada yang mau jatuh sewaktu jalan memutar. Eith… Eith aku yang khawatir,” sergah Yani, diikuti gelak tawa Lestari. Meski cukup panjang durasi event itu, tapi tetap menghibur, setidaknya bisa sedikit melupakan rasa lapar dan dahaga di bulan suci Ramadhan 1440 Hijrah ini.

Komentar