Teguh Yuwono : Batal Diumumkan Cagub Jateng Sebagai Strategi Mengacaukan Lawan

Politik403 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Tidak jadi diumumkan bacagub dan cawagub untuk Provinsi Jawa Tengah oleh DPP PDIP di Kantor Lenteng Agung Jakarta, diduga hanyalah masalah teknis belaka. Penundaan pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur itu adalah sebagai strategi politik untuk mengacaukan taktik lawan. Keputusan ini dinilai bukan hal yang mengejutkan.

”Saya tidak kaget bahwa pengumuman PDIP ini ditunda, karena saya sudah menduganya,” kata pengamat politik Teguh Yuwono, Kamis (4/1/2018).

Menurutnya, PDIP sudah memiliki pengalaman bahwa strategi ini terbukti berhasil, mengubah peta politik di Jateng pada Pilgub 2013 lalu. Pengumuman di last minute, sangat efektif memengaruhi strategi lawan.

”Penundaan itu adalah bagian dari by desain, yang bertujuan untuk mengacaukan peta politik di Jateng terhadap parpol lawan. Parpol lawan tentu akan mengalami kegalauan. Sebab PDIP tahu yang terkuat pasti ditunggu siapa pasangan calonnya,” katanya.

Pengamat Politik Undip Semarang Teguh Yuwono

Dengan mengumumkan calon di last minute, lanjutnya, PDIP sangat diuntungkan. Mengingat, PDIP di Jateng adalah paling siap menghadapi Pilgub 2018. Karena sudah memiliki incamben, parpol pemenang, kandang banteng, pertaruhan Megawati dan Jokowi di pilpres 2019, Pileg 2019, sehingga Jateng sangat strategis.

”Saya menduga, pengumuman nanti tetap di last minute, itu juga membuat partai lain kelabakan. Kalau parpol lain terpengaruh dengan permainan PDIP, saya kira mereka tidak betul-betul siap menghadapi kompetisi ini,” ungkapnya.

Faktanya, kata Teguh, misalnya poros tengah masih kebingungan memastikan figur yang dicalonkan. Poros Gerindra, sudah ada Sudirman Said tapi masih kebingungan mencari wakilnya.

”Ini PDIP siapa yang akan dicalonkan belum jelas. Dan parahnya, parpol lain terpangaruh pola permainan PDIP,” ujarnya.

Mengenai isu tarik ulur posisi calon wakil gubernur dengan parpol lain, Teguh lebih jauh memaparkan, PDIP akan tetap mengusung calon dari kader sendiri. PDIP di Jateng tidak akan terpengaruh untuk bergabung dengan parpol lain, sebab dia sudah sangat cukup mengusung calon sendiri.

Alasannya, Jateng merupakan daerah strategis untuk kepentingan Pileg dan Pilpres 2019. Selain itu, juga untuk kepentingan Pilpres di tahun 2024 mendatang. Termasuk sebagai ajang untuk mempersiapkan calon presiden di masa mendatang.

”Kalau PKB ataupun parpol lain mau ikut mendukung pasti PDIP bilang monggo, tapi sulit untuk memaksakan menyerahkan kursi wagub pada PKB maupun lainnya. Kalau parpol lain minta wakil ke PDIP, ya cuma dikasih senyum saja,” katanya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar