
INILAHONLINE,COM, JAKARTA – Terkait dugaan pemalsuan sertipikat produk Pendaftran Tenah Sistimatis Lengkap (PTSL) tahun 2019 di Kantor Pertanhan (Kantah) ATR/BPN Kabupaten Bogor Subdit Harda Ditreskrimum PMJ Periksa Pejabat Eselon 1 selama 15 jam, Selasa (15/09/26).
Pemeriksaan tersebut berlangsung kurang lebih 15 Jam, adapun eselon 1 Kementerian ATR/BPN yang diperiksa tersebut adalah Mantan Kepala Kantor Pertanhan (Kakantah) ATR BPN Bogor 1 tahun 2019 Dr. Agustyarsyah yang saat ini menjabat Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian ATR/ BPN.
Pemeriksaan terhadap Agustyarsyah tersebut berlangsung menyusul pasca adanya penggeledahan yang dilakukan Penyidik Subdit Harta dan Benda (Harda) Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya di Kantor BPN Kabupaten Bogor, Rabu (09/09/26).
Dengan adanya informasi pemeriksaan terhadap pejabat eselon 1 itu, awak media langsung mengkonfirmasi pada Agustyarsyah pasca keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terkait pemanggilan dan pemeriksaan dirinya terkait mafia tanah yang diduga memalsukan sertipikat tersebut.
“Terkait dengan PTSL” ujar Mantan Kakantah ATR/BPN Bogor 1, Agustyarsyah yang saat ini menjabat Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian ATR/ BPN yang juga sempat mendapat tugas dari Kemdagri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tegal 2024 lalu
Namun demikian, pasca pemeriksaan tersebut, , hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Subdit dari Harda Direskrimum Polda Metro Jaya dan masih menunggu rilis resmi. Selain itu hingga Selasa (15/9/2026) di Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Bogor 1, Cibinong kantor tetap buka melakukan pelayanan seperti biasa.
Sementara itu, sebelum OTT KPK di Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Bogor terkait HGB PT Summarecon, kantor yang berlokasi di Jalan Tegar Beriman Cibinong itu digeledah Subdit Harta Benda (Harda) Direskrimum Polda Metro Jaya, terkait adanya dugaan nafia tanah yang memalsukan sertipikat, Rabu (9/9/2026)
Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Uunk Din Parunggi, penyidik dari Polda Metro Jaya melakukan pencarian dokumen di Kantah Kabupaten Bogor yang diduga terkait perkara pemalsuan dokumen dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019 yang terjadi di Kecamatan Bojonggede. Proses pencarian dokumen itu pun berlangsung tanpa kendala.
“Tentu kami akan bekerja sama dan bersikap kooperatif dengan penyidik dalam mengikuti proses penyidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya melalui keretangan tertuklisnya kepada awak media, Jumat (11/9/2026)
HGB PT Summarecon
Sementra itu Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi menjadi salah satu orang yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Senin (14/9/2026) malam.
KPK melalui juru bicaranya Budi Prasetyo membenarkan bahwa pihaknya menggelar OTT BPN Kabupaten Bogor, “Benar,” katanya saat dihubungi melalui pesan tertulis, Selasa (15/9/2026).. Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Summarecon.
Selaihn itu, KPK juga telah menangkap total 17 orang dalam operasi senyap tersebut. Selain Adrianto, KPK turut menangkap tangan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung; Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Tardi; Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lampri.
Adapun anggota Komisi VIII DPR RI Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto juga menjadi pihak yang terjaring OTT tersebut. OTT ini berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor dan juga dugaan penerimaan-penerimaan lainnya.
Dalam penyelidikan tertutup ini, terang Budi, tim juga mengamankan barang bukti, di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper.
“Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” ujar Budi, Senin (14/9/2026) malam. (PH)
























































Komentar