oleh

Untuk Mendukung Kawasan Industri Kendal, Pelabuhan Kendal Harus Libatkan Pihak Swasta

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Perkembangan pelabuhan Kendal harus segera dikebut pembangunannya. Pasalnya, karena jika dibenahi infrastrukturnya diharapkan bisa untuk mendukung sarana dan prasaraNa Kawasan Industri kendal (KIK), yang sudah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Oleh karena itu, pihak swasta akan menjadi tumpuan pembangunan Pelabuhan Kendal.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan, sekarang ini Kendal sudah memiliki pelabuhan sendiri, namun untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan pelabuhan lebih besar. Hanya pengembangan pelabuhan itu juga diharapkan mampu menarik investor ke Jawa Tengah.

”Sepertinya Pelabuhan Tanjung Emas (Pelindo III) untuk membangun pelabuhan Kendal kurang serius dan nampaknya tidak sanggup. Karena itu, diperlukan investor dan memberikan peluang swasta untuk ikut menanganinya,”paparnya.

Ketidaksanggupan tersebut, menurut dia, salah satunya terkait pendanaan yang cukup besar, karena pembangunan bisa menyedot dana triliunan rupiah. Apalagi belum dilakukan pengerukan dan pembangunan dermaga.

Meski saat ini mulai banyak investor yang mengejar pengembangan Pelabuhan Kendal.

”Dalam pengembangannya nanti, Pelabuhan Kendal ini diarahkan menjadi pelabuhan smart logistic di Pulau Jawa,”ujarnya.

Terkait KIK, menurutnya, ada beberapa hal yang digaris bawahi. Perusahaan akan mendapatkan fasilitas perihal perpajakan, asal bisa memenuhi sejumlah persyaratan diantaranya berorientasi ekspor.

”Minimal 60 persen harus ekspor, dengan priortitas produk makanan, minuman, tekstil, otomotif dan kimia,”katanya.

Meski demikian, lanjutnya, pembangunan infrastruktur pelabuhan Kendal diharapkan memberikan dampak positif, bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah secara keseluruhan.

”Yang jelas saat ini Pemprov Jateng tengah serius menggenjot, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan bisa mencapai 7 persen,”paparnya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen sebelumnya mengatakan, untuk mengundang investor ke Jawa Tengah perlu kerjasama dan penerapan kebijakan di beberapa sektor, agar para pengusaha berinvestasi di Jawa Tengah. Salah satunya adalah kebijakan kemudahan perizinan berinvestasi, tata ruang, serta persiapan sumber daya manusia.

Dicontohkan, adanya perusahaan maupun kawasan industri sudah mengantongi izin pendirian bangunan, tetapi akses untuk menuju lokasi industri belum ada. Selain iru, beberapa perusahaan dengan skala besar di sejumlah daerah di Jateng, yang membutuhkan tenaga kerja tidak sedikit dan belum terpenuhi.

”Diharapkan ada kerjasama antara kabupaten/kota dengan provinsi dan pemerintah pusat. Saya mengapresiasi pemerintah daerah yang menerapkan mal pelayanan publik, sehingga kebutuhan pelayanan publik dapat terpenuhi dalam satu lokasi,”ujarnya.

(Suparman)

Komentar